Rabu, 26 Maret 2014

Temannya kawan ku punya cerita



Ada cerita dari seorang temen. Mungkin ceritanya bukan cerita yang patut dicontoh, tapi aq jadi kefikiran suatu hal dari ceritanya. Bahwa apa yang kita miliki, ada milik orang lain juga (g berharap kisah ini terjadi sama akuh sih.. (aammmiinnnn). Bahwa kisah cinta itu terkadang begitu rumit n g terprediksi sama sekali akhirnya. Bahwa terkadang rahasia allah dan apa yang dikasih allah sama kita itu lah yang terbaik.

Jadi sang teman ini sudah kenal lumayan lama walaupun jarang banged ketemu. Kisah cinta dia itu jadi semacam rahasia umum diantara kita-kita yang masuk dalam perkumpulan organisasi yang sama. Apalagi semenjak ada pesbuk, kisah hidup sesorang bisa dipantau. Bahkan mungkin isis hatinya terdalam, kalau dia memenag jujur mengumbar perasaannya. Ag taunya dia dulu pacaran sam asalah seorang senior yang cukup popular diantara para senior hehe... tapi setelah lama g jumpa dan g tau kabarnya, aq baru tau kalau ternyata dia g nikah sama itu senior dan nikah sama temennya di kotanya di pulau jauh sana. Dan mereka ada masalah dan akhirnya berpisah. 

Waktu itu dia menjalin hubungan sama seseorang yang sebenernya dia juga dah kenal cukup lama, bahkan katanya sempat pacaran waktu sama-sama belum nikah. Nah, pas mereka deket lagi itu posisinya sang laki-laki udah ada pasangan. Nah, jadi lah mereka deket walau cuma lewat sms, telpon, BBm, chatting dll. Ya walau kadang2 ketemuan juga. Setelah beberapa lama maju mundur dengan perasaan dan amslah masing-masing, akhir2 ini mereka jadi jauh dan g kontak2an lagi. 

Beberapa waktu lalu dapet kabar kalo sang lelaki meninggal. Entah lah apa yang teman ku ini rasakan. Maksudnya, dia ada dipihak yang tidak bisa terang2an menangisi kehilangannya. Entah perasaan itu benar atau salah, toh perasaan dia kepada cowok itu ada, g bisa dihapus gitu ajah. Galaunya sang teman Cuma bisa dimunculkan melalui status2 nya yang berusaha kuat. Pernah g sih ngebayangin kae apa rasanya. Mengenang sesuatu yang orang lain tidak tau bahwa itu berarti banged buat kita. Terkadang mengenang itu rasanya lebih menyakitkan dibanding saat mengalaminya. Mungkin sang teman akan terbangun ditengah malam lalu menangis sendirian. Sendirian menghapus air mata yang merebak saat melewati jalanan yang pernah mereka lewati bersama. Terdiam sendiri ketika tiba-tiba mendengar lagu kenangan mereka. Dan itu dilaluinya sendiri. Adakah simpati yang tulus untuknya? Terlepas benar atau salah apa yang mereka lakukan, dia juga kehilangan. Disatu sisi semua orang bersimpati kepada sang istri, sedang di sisi lain mungkin dia merasakan kepedihan yang lebih besar. Padahal sesungguhnya, milik siapapun kehilangan itu pasti terasa menyakitkan. 

Tidak bermaksud membela, hanya mencoba memahami. Maaf jika pemahaman ini salah. Sampai sekarang hal-hal seperti ini masih sering menjadi pertanyaan buat ku pribadi. Terkadang menyalahkan, terkadang kasian. Bagaimanapun perasaan itu sepertinya sulit sekali dikendalikan. Sebagian orang bilang, itu mah tergantung dari kitanya ajah. Dan sebagian orang lagi berpendapat, hal-hal seperti itu lah yang membuat hidup lebih ramai dan berwarna jadi nikmatin ajah (aku g bilang indah lho yaaa.....). Tapi mungkin tetap saja, semua tergantung kita. Seberapa besar diri mu mau mengikuti permainan hati mu, seberapa besar diri mu mampu mengendalikan hati mu. Seberapa diri mu mau menikmati kesenangan mu tanpa memikirkan pihak2 yang tersakiti. Karena dalam hidup, tidak ada hanya kiri kita sendiri. Usahakan selalu menengok kiri-kanan, depan-belakang agar kita tau siapa saja yang akan terkena dampak dari perbuatan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar