Kamis, 14 Agustus 2014

Hari Konservasi Alam Nasional 2014



Hari Konservasi Alam Nasional: Jambore Konservasi Alam – Cinta Alam Negeriku


Upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat luas mengenai konservasi sember daya alam hayati dan ekosistemnya terus dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Jambore Konservasi Alam Nasional 2014 yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional. Kegiatan yang digagas Kementrian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cidahu – Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kab. Sukabumi – Jawa Barat, tanggal 8 – 10 Agustus 2014.

Dengan tema besar “Cinta ALam Negeri Ku”, Jambore Konservasi Alam Nasional 2014 diikuti oleh 210 orang peserta yang terdiri dari Kader Konservasi, Kelompok Pecinta Alam (KPA), Pramuka Saka Wana Bhakti, Kelompok Profesi (Guru, Mahasiswa, Wartawan, Artis)  yang berasal dari wilayah Jawa Barat dan Banten dan DKI Jakarta. Dengan tema yang diusung diharapkan peserta mendapatkan tambahan pengetahuan baru mengenai keindahan ekosistem alam Indonesia dan segala isinya sehingga dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap alam Indonesia.

Jambore Konservasi dibuka dengan pengarahan oleh Kepala Subdit Bina Cinta Alam dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung  Halimun Salak dilanjutkan acara perkenalan, ice breaking dan pembagian kelompok yang dipandu oleh fasilitator dari BBKSDA Jawa Barat. Seluruh peserta dibagi menjadi 18 kelompok masing-masing 9 anggota dan diberi nama berdasarkan nama-nama taman nasional yang ada di Indonesia. Acara dilanjutkan dengan diskusi pada sore harinya dengan bahasan diskusi Mengenal Ekosistem Alam Indonesi: Potensi dan Tantangan.

Pagi hari kedua Jambore diawali dengan materi dan dialog dengan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Alam, Bapak Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc mengenai Aksi dan Kebijakan Konservasi Alam dan dilanjutkan dengan Coaching Fotografi singkat oleh Bapak Tantio Bangun dari National Geographic Indonesia. Dialog peserta dengan Direktur PJLKKHL berlangsung seru dan beberapa peserta yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar mendapat souvenir dari Direktorat PJLKKHL. Coaching fotografi singkat diberikan sebelum melakukan trecking ke kawah ratu agar peserta dapat mengambil moment-moment selama melakukan trecking dan juga mengambil dokumentasi mengenai ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada  di kawah ratu. Pengambilan gambar dan pendokumentasian kegiatan alam bebas tidah ahrus menggunakan perlatan mahal dan canggih tetapi dapat juga hanya dengan menggunakan kamera poket biasa atau kamera telpon selular dengan catatan gambar yang diambil tetap harus memberikan informasi yang baik.

Selama pendakian ke kawah ratu peserta diberikan tugas “camp services” yaitu membuat papan interpretasi atau papan informasi di sepanjang jalur menuju kawah ratu dengan peralatan dan bahan yang telah disediakan oleh panitia. Papan interpretasi yang dibuat harus dapat menggambarkan atau memberikan informasi mengenai kawasan sekitar kawah ratu.  Pendakian yang ditempuh selama kurang lebih 5 jam dijalani oleh peserta dengan penuh semangat. Pada akhir acara pendakian, terpilih 3 kelompok yang berhasil membuat papan interpretasi terbaik dan mampu memberikan gambaran umum mengenai kekhasan ekosistem kawah ratu.

Malam terakhir Jambore Konservasi 2014 diisi dengan malam keakraban berupa renungan malam dan pesta rimba. Dipandu oleh Ibu Johanna Ernawati dan Mbak Novi peserta membuat rantai impian mengenai kehidupan mereka di masa depan dan juga membuat surat kepada alam yang berisi komitmen peserta terhadap kelestarian lingkungan dan konservasi alam di Indonesia.  Dengan mengirim surat kepada alam diharapkan komitmen yang telah dibuat dapat membekas di hati para peserta sehingga menjadi ingatan dan pegangan untuk selalu peduli akan lingkungan dan konservasi alam hayati dan ekosistemnya. Malam pesta rimba ini juga dimeriahkan dengan pemutaran thailer film dan kehadiran Jovita Dwijayanti, pemeran utama dalam film Danum Baputi, sebuah film yang bercerita tentang perjuangan sebuah kelompok masyarakat dayak untuk menjaga mata air yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Pada hari terakhir kegiatan Jambore Konservasi dan merupakan puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional dilakukan Apel Peringatan hari Konservasi Alam Nasional. Dalam kesempatan ini, hadir tamu undangan  Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Ditjen BPDASPS, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Kepala Balai Besar TN Gn Gede Pangrango, Kepala Balai DKI Jakarta, Kepala Balai TN Ujung Kulon, Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak, Direktur Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, dan para pejabat Eselon III Lingkup Ditjen PHKA. Undangan lain yang hadir adalah para mitra, seperti Yayasan Badak Indonesia (YABI), IJ-REDD Project (JICA) dan PT. Aneka Tambang. Bertindak sebagai intruktur dalam Apel Peringatan ini adalah Direktur PJLKKH dan pemimpin Apel Yanri, Staff Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dalam Apel ini juga dibacakan Deklarasi Cidahu, yang merupakan komitmen bersama dari para peserta Jambore Konservasi Alam 2014 untuk memajukian konservasi alam indonesia. Deklarasi ini berisi janji peserta untuk menjaga melindungi dan melestarikan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, memnafaatkan sumber daya alam secara bijkasana dan bertanggung jawab untuk menjamin kelestariannya serta menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi alam di Indonesia.

Selanjutnya, rangkaian peringatan Hari konservasi Alam Nasional dilanjutkan dengan pelepas-liaran satwa dan penanaman pohon. Usai upacara, Direktur KKBHL, Hartono mewakili Direktur Jenderal PHKA, melepas-liarkan satu ekor Elang ular bido (Spilornis cheela). Burung ini merupakan salah satu jenis penting yang hidup di kawasan TN Gunung Halimun Salak. Selanjutnya, Direktur PJLKKHL beserta tamu undangan melakukan aksi penanaman pohon di sekitar area bumi perkemahan. 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar