Maka Menangislah
Karena kenangan sama seperti hujan.
Ketika dia datang, kita tidak bisa
menghentikannya*)
Karena itu izinkan aku menangis
Bukankah tak selalu menangis adalah
bentuk kesedihan
Toh, terkadang kita pun menangis
saat bahagia
Karena kehilangan ini bukanlah hujan
bulan juni
Hujan yang tabah, bijak n arif
Yang merahasiakan sakit dan rintik rindu
nya
Pada pohon berbunga itu**)
Karena itu izinkan aku menangis
Bukan karena tak ikhlas, bukan
karena tak rela
Tapi menangis adalah cara ku mengobati
rindu
Dan jika hidup itu adalah pilihan
Izinkan aku menangis untuk
pilihan-pilihan indah yang telah ku buat
Pun, izinkan aku menangis
Untuk pilihan-pilihan terindah yang
tuhan berikan pada ku
Dan Esok
Ketika kenangan itu datang tak
terhentikan seperti hujan
Semoga tangis ku mampu seperti
hujan bulan juni
Hujan yang tabah, bijak n arif
Yang merahasiakan sakit dan rintik rindu
nya
Pada pohon berbunga itu**)
*) Tere Liye, novel
"HUJAN"
**) Sapardi Djoko Damono, Puisi Hujan
Bulan Juni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar