Minggu, 14 Agustus 2016

Maka Menangislah



Maka Menangislah

Karena kenangan sama seperti hujan.
Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya*)
Karena itu izinkan aku menangis
Bukankah tak selalu menangis adalah bentuk kesedihan
Toh, terkadang kita pun menangis saat bahagia

Karena kehilangan ini bukanlah hujan bulan juni
Hujan yang tabah, bijak n arif
Yang merahasiakan sakit dan rintik rindu nya
Pada pohon berbunga itu**)
Karena itu izinkan aku menangis
Bukan karena tak ikhlas, bukan karena tak rela
Tapi menangis adalah cara ku mengobati rindu

Dan jika hidup itu adalah pilihan
Izinkan aku menangis untuk pilihan-pilihan indah yang telah ku buat
Pun, izinkan aku menangis
Untuk pilihan-pilihan terindah yang tuhan berikan pada ku

Dan Esok
Ketika kenangan itu datang tak terhentikan seperti hujan
Semoga tangis ku mampu seperti hujan bulan juni
Hujan yang tabah, bijak n arif
Yang merahasiakan sakit dan rintik rindu nya
Pada pohon berbunga itu**)




*) Tere Liye, novel "HUJAN"
**) Sapardi Djoko Damono, Puisi Hujan Bulan Juni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar